Selamat ulang tahun Telkom dan Mall Pekanbaru (^_^)
Selamat ulang tahun Telkom yang ke 153
Selamat ulang tahun Mall Pekanbaru yang ke 6
Semoga makin sukses (^_^)
Peristiwa 10 November (hari pahlawan)
S etelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
S etelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.
Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.
Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.
Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kyai-kyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.
Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Cara kita sebagai generasi muda untuk Memperingati Hari Pahlawan
Tahukah anda bahwa sebentar lagi kita mempenringati hari pahlawan? Hari pahlawan diperingati pada tanggal 10 November.Lalu, kita sebagai remaja alias generasi muda harus ikut serta merayakannya... namun bagaimanakah caranya??? ayo kita simak cara-cara berikut ini.
Cara yang pertama adalah:
Tahukah anda bahwa sebentar lagi kita mempenringati hari pahlawan? Hari pahlawan diperingati pada tanggal 10 November.Lalu, kita sebagai remaja alias generasi muda harus ikut serta merayakannya... namun bagaimanakah caranya??? ayo kita simak cara-cara berikut ini.
Belajar dengan sungguh - sungguh.
KIta harus belajar dengan sungguh - sungguh untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang sudah berjuang supaya kita mendapatakan hak asasi kita sebagai manusia yang ingin belajar, dan hidup lebih baik. Seandainya kita tidak belajar, maka siapakah penerus bangsa ini kelak? Negara ini akan hancur. Berarti perjuangan pahlawan kita selama ini hanya sia sia belaka. Maka dari itu, dengan kita belajar sungguh - sungguh, negara ini akan maju dan makmur. ini berguna juga buat anak dan cucu cucu kita nantinya lho...
Cara yang kedua adalah:
Pergi kemakam para pahlawan
Sekali - kali, kita harus pernah pergi ke makam para kusuma bangsa. Selain menambah ilmu kita, kita juga bisa melakukan kegiatan ini sambil refreshing.
Cara ketiga adalah :
Tidak bertindak konyol dengan memakai narkoba, obat2 terlarang, pergaulan bebas yang membunuh masa depan kita dan semua orang
:D
"Semoga kita semua sebagai Generasi Muda bangsa ini dapat membuat bangsa ini semakin jaya" :D
